Kamis, 20 Desember 2018

Tahapan Perkembangan Anak dalam Menggunakan Buku ( Depdiknas , 2004 dalam Luluk Asmawati , 2017 : 9. 16 )  adalah : 
  1. Melihat - lihat buku.  Meniru dari orang tua atau pendidiknya yang suka membaca, anak mulai suka melihat - lihat buku. Dia juga sering minta dibacakan buku. Biasanya, satu buku yang sama akan terus dimintanya untuk dibacakan berulang - ulang sampai pendidik merasa lebih dulu bosan karena membacakan cerita yang sama berulang - ulang selama berminggu - minggu. Padahal anak justru menikmati pengulangan cerita tersebut karena dia menyukai untuk menebak - nebak apa yang akan terjadi selanjutnya dari halaman ke halaman, dan dia akan puas ketika dia tahu jawabannya benar. 
  2. Memahami urutan kejadian. Anak mulai tahu bahwa suatu cerita mempunyai episode awal, tengah, akhir. Setelsh minta dibacakan suatu cerita berulang - ulang, anak akan senang menceritakan kembali isi buku tersebut. Pendidik sering terheran - heran karena anak dapat menceritakan kembali isi buku cerita tersebut tanpa ada satu halaman atau satu katapun yang terlewat, seolah - olah dia sudah dapat membaca. 
  3. Mengenali tulisan kata sebagai simbol . Anak mulai mengenali hubungan antara isi cerita dari buku dengan gambar dan kata - kata yang ada di tiap halaman buku. Dia mulai menyadari bahwa tulisan di bawah gambar berfungsi berbeda - beda sesuai gambar yang ada, dan bahwa tulisan itu mewakili suatu pikiran atau gagasan. 
  4. Memadankan ucapan kata dengan tulisannya. Anak mulai suka 'membaca' yang diikuti dengan gerakan jarinya pada teks atau kata tertentu dari buku. Hal ini menunjukkan bahwa anak mulai memahami bahwa rangkaian huruf - huruf cetak akan mewakili kata tertentu.
  5. Mengenali berbagai tulisan kata. Anak lebih berminat pada teks dan menjunjukkan keingintahuan tentang arti suatu tulisan kata. Mereka sering bertanya, " Ini ( dibaca ) apa ? "  . Selama tahap ini , anak mengembangkan apa yang dia ketahui tentang berbagai kosakata yang sudah dia kenal tulisannya. Mereka memperhatikan tulisan kata - kata tertentu dari buku favoritnya dan menggunakan kata - kata tersebut untuk percakapan sehari - hari.  Belajar lagi,,, Belajar terus ,,, 💪
Tahap Perkembangan Menulis Pada Anak Usia Dini ( Depdiknas , 2004 dalam Luluk Asmawati , 2017 : 9. 14 ) adalah : 
  1. Coretan - coretan acak ( random scribbling )  . Anak mulai membuat coretan  sebagai coretan awal yang seringkali digabung - gabungkan seolah krayon tidak pernah lepas dari kertas , membentuk benang kusut. Warna - warna coretan dapat dikelompokkan bersama dan menyatu campur -baur atau terpisah - pisah dalam kelompok - kelompok perhalaman. Coretan dapat terdiri dari satu warna atau beberapa warna. 
  2. Coretan terarah .  Coretan terarah dimunculkan dalam bentuk garis lurus ke atas atau mendatar yang diulang - ulang berupa garis - garis, titik - titik, bentuk lonjong atau lingkaran ( tiruan huruf ) yang mungkin terlihat tidak berhubungan dan menyebar secara acak di seluruh permukaan kertas. 
  3. Garis dan bentuk khusus diulang - ulang  atau menulis garis tiruan. Diwujudkan melalui bentuk, tanda dan garis - garis yang terarah. Dapat terlihat mengarah dari sisi kiri ke kanan halaman dengan huruf - huruf yang sebenarnya atau berupa titik - titik sepanjang garis. Juga dapat mengarah dari atas ke bawah halaman kertas. Huruf - huruf muncul berulang - ulang , terutama huruf yang berasal dari namanya. Beberapa huruf dapat diakui memang benar - benar huruf , dan yang lainnya baru merupakan simbol. Huruf -huruf tersebut dapat mengambang di atas kertas, digambarkan di dalam garis, ditulis dalam gambar sederhana yang dikenalnya , seperti sebuah rumah atau saling berhimpit  di atas huruf lainnya secara berulang -ulang. Huruf - huruf dari namanya tersebut mungkin akan saling tertukar atau ditulis di atas dan di bawah. Latihan menulis nama dapat menggunakan huruf besar atau kecil. 
  4. Menulis nama . Tulisan nama dapat dimulai dari huruf pertama, terakhir atau gabungan huruf dari namanya akan muncul berulang - ulang dalam berbagai warna alat - alat tulis ( spidol, krayon atau pensil ) . Tulisan nama ini oleh anak dapat ditulis di depan buku, di dalam kotak nama yang disediakan atau di bawah / di atas gambar / hasil karya yang ia buat. Selain nama diri, kadang anak juga menulis rangkaian angka - angka dan abjad lain. 
  5. Mencontoh kata - kata dari lingkungan. Anak menulis kata - kata dari lingkungan secara acak dan diulang - ulang dalam berbagai ukuran, orientasi dan warna. Misalnya, tulisan nama anggota keluarganya atau teman - teman akrabnya. 
  6. Menemukan ejaan . Tahap ini merupakan usaha pertama untuk memeriksa dan mengeja kata - kata dengan menggabungkan huruf yang bermacam - macam untuk mewujudkan sebuah kata. Misalnya, anak menulis ILDNS sebagai representasi dari I Love Dinosaurus  
  7. Ejaan umum . Tahap ini merupakan usaaha mendiri anak untuk membedakan berbagai huruf dan mencatatnya dengan benar menjadi kata yang lengkap. Belajar lagi,,, Belajar terus ,,,, 💪 
Tahap - tahap kegiatan meronce dengan manik - manik dan tali, dari yang paling mudah ke yang paling sulit , yang dapat diamati pendidik  ( Depdiknas 2004, dalam Luluk Asmawati , 2017 : 9.13 ) adalah :
  1. Mengosongkan dan mengisi kembali manik - manik dalam berbagai wadah. 
  2. Merangkai sesuatu untuk digunakan dalam bermain peran , misalnya alat pancing untuk berprofesi sebagai nelayan, kalung untuk ibu. 
  3. Merangkai terus menerus ( merangkai manik - manik sepanjang tali , tetapi belum membuat pola tertentu ) . 
  4. Merangkai manik berdasarkan warna . Anak sudah berusaha membuat pola rangkaian berdasarkan kesamaan warna. Misalnya merangkai manik warna biru dulu, baru merah, kemudian kuning, dan seterusnya.
  5. Merangkai manik berdasarkan bentuk .  Anak sudah berusaha merangkai manik berdasarkan bentuk, tetapi mengabaikn warna. Misalnya merangkai manik kubus bermacam - macam warna , dilanjutkan manik berbentuk lingkaran bermacam - macam warna , disambung lagi dengan manik segitiga bermacam warna. 
  6. Merangkai manik - manik berdasarkan bentuk dan warna. Anak mulai merangkai dengan melihat kesamaan bentuk dan warna. Misal merangkai warna segitiga berwarna merah dulu, lalu segiempat warna merah, lalu manik lingkaran warna biru, dilanjutkan manik segitiga warna hijau, dan seterusnya.
  7. Merangkai manik - manik berdasarkan warna,bentuk, ukuran. Anak sudah dapat merangkai manik dengan memperhatikan bentuk, warna, ukuran. Jadi, selain bentuk, warna dan ukuran, anak juga mulai mengurutkan ukuran saat merangkai, misalnya dari besar ke kecil, atau kecil ke besar. 
  8. Membuat pola sendiri. Anak sudah dapat membuat pola sendiri saat merangkai manik - manik dengan memperhatikan warna dan ukuran manik - manik tersebut. 
  9. Membaca pola dari bermacam - macam tingkat kesulitan. Pola digambarkan dalam gambar berwarna 2 dimensi dan anak - anak meronce manik - manik dengan pola mengikuti gambar tersebut. Belajar lagi,,,, belajar terus ,,, 💪
Tahapan Perkembangan Menggunting pada Anak Usia Dini ( Depdiknas , 2004 dalam Luluk Asmawati , 2017: 9. 13 )adalah :
 
  1. Menggunting sekitar pinggiran kertas , biasanya hanya menggunakan ujung gunting yang terbuka sedikit.
  2. Menggunting dengan sepenuh bukaan gunting, artinya membuka gunting tersebut seluruhnya sampai belakang , tidak hanya ujungnya saja.
  3. Membuka dan menggunting terus- menerus sepanjang kertas. Anak sudah dapat membuka - tutup gunting dengan penuh dan menggerak - gerakkannya ke depan untuk menggunting, namun masih tersendat - sendat dan hasil guntingan tampak tidak rata ( runcing - runcing )
  4. Menggunting di antara 2 garis lurus pada kertas. Pada tahap ini , anak dapat menggunting bekas lipatan kertas yang dilipat menjadi 2 , namun belum mampu membentuk garis lurus.
  5. Menggunting bentuk, tetapi tidak tepat mengikuti garis. Anak mulai mencoba menggunting suatu bentuk , tidak hanya menggunting lurus , tetapi sudah mulai berusaha melengkung mengikuti suatu bentuk ( misalnya kotak atau lingkaran ) , tetapi belum dapat mengikuti garis pada bentuk tersebut.
  6. Menggunting pada garis tebal dengan rapi dan terkendali . Pada tahap ini anak sudah mampu menggunting pada garis lurus yang tebal dengan baik , tidak berbelok - belok atau keluar garis.
  7. Menggunting berbagai macam bentuk. Anak sudah dapat menggunting berbagai macam bentuk dengan konsisten mengikuti garis pada bentuk tersebut . Belajar lagi.... belajar terus ....💪