Belajar lagi,,, belajar terus ,,, !
Selasa, 24 Juni 2025
Senin, 23 Juni 2025
"Jika"
Jika bahagia itu ada di sana , maka pergilah
bawa serta semua rasa dan asa kita
Jika gulana menjadi raja saat kita bersama , maka menepilah
cumbui sunyi yang indah
Kita percaya tak serapuh itu
meski tak lagi utuh jiwa
setelah semua sirna
Wahai cinta ..
jika beriringan adalah jalan terbaik untuk kita
mari samakan derap satukan irama
agar kita tak salah arah
setelah kita sama - sama bangkit dengan susah payah
Wahai jiwa ,,
sekiranya luka akan menjadi teman setia
jangan biarkan harap terpupus olehnya
sekiranya nestapa melingkupi kita
jangan biarkan air mata menghentikan langkah kita
kita pasti bisa melaluinya
= lantai tiga, 23 Juni 2025 =
Minggu, 22 Juni 2025
Surat untuk Clara
Clara, kamu kemana ?
aku menunggumu di sini
menahan rindu setiap hari
Clara, kamu dimana ?
dinding kamar kita mengukir wajahmu
menyimpan sungging senyummu
kaca-kaca jendela mematri cantikmu
anggun mempesonaku
bahkan ranjang kita membuar aroma tubuhmu
menggunungkan rindu untuk bercumbu
Clara, kamu sedang apa ?
sudut-sudut ruang ini menanti sentuhmu
bahkan mereka hampir membeku menunggu hadirmu
Clara, aku rindu
aku rindu hangat hari-hari kita
aku rindu kecupanmu yang mesra
aku rindu rintih gelora
aku rindu tatapan manja penuh cinta
Clara, kembalilah ,,
apapun yang terjadi di sana , itu cerita kita
lukamu adalah luka kita
gundahmu adalah gundah kita
bahagiamu adalah bahagia kita
Clara, datanglah ,,
cintaku tak pernah sirna
meski kau membawa segudang alpa
maafku selalu terbuka
Andalusia, 22 Juni 2025
Kamis, 30 Desember 2021
Jumat, 18 September 2020
_
hujan, angin, aku dan kamu _
Karya
: Ayun
aku
tak pernah mendendam hujan
yang
rintiknya selalu menghadirkan wajahmu
aku
tak pernah membenci angin
yang
semilirnya selalu mendentangkan rindu
aku
hanya menyesal
selalu
ku temukan pilu pada sorot matamu
maret
, 2020
(puisi ini ada di hal 143 dalam buku Antologi Puisi & Cerpen Terbaik Sepanjang Sejarah, berjudul Sirna)
H u j
a n
hujan
merintik syahdu
menghadirkan
raut wajah gagahmu
pada
basah kuntum bunga soka
kulihat
sebutir cinta
ya,,
cinta
yang tersia – sia
cinta
yang sesungguhnya ingin ku sirna
namun ia tetap meraja
Bfk ,
feb ’20
( puisi ini menjadi bagian dari Antologi Puisi Cinta Dari Penulis di Negeri Zamrud Khatulistiwa , dalam Buku Potret Kehidupan, hal 62 )
Senin, 31 Agustus 2020
😍 BELAJAR DARI RUMAH ( BDR )😍
Di tengah merajalelanya rasa jenuh dan penat menjalani kegiatan BDR ( Belajar Dari Rumah ) , saya ingin berbagi rasa dengan Anda.
Bisa dipastikan kejenuhan dan kepenatan ini mulai dirasakan semua orang. Meskipun awalnya sangat bersemangat, perfect, namun lambat laun semangat itu memudar seiring dg berkembang biaknya virus Covid - 19 di bumi Indonesia dan wilayah Cilacap khususnya. Menurut saya ini alami dan normal. Namun ternyata di antara yang jenuh dan penat itu ada yang tetap bersemangat seperti semangatnya saat awal BDR. Mereka mengirim laporan, berbagi cerita,menyampaikan apapun yang dilaksanakan di rumah tanpa terbebani dengan harus begini ,harus begitu, khawatir begini, khawatir begitu. Mereka berjalan, bukan seperti air mengalir menurut saya, tapi tetap dengan pengarahan dan rencana. Orang seperti ini saya juluki aliran kebenaran.
Aliran kebenaran, orangnya tidak 'spaneng'. Mereka mengikuti arahan guru. Dalam melaksanakan BDR , mereka fleksibel melihat situasi dan kondisi yang menyangkut banyak hal. Mereka bisa menikmati keterbatasan-keterbatasan dan menganggap pandemi ini sebagai sesuatu yg memang harus disikapi dengan woles . Dinikmati dg cara tenang .... Tidak perlu berlebihan tapi juga tidak boleh mengabaikan. Ada yang menganggap aliran kebenaran ini orangnya lemah, tidak punya keinginan, tidak punya cita-cita. Boleh boleh saja berpendapat begitu . Tapi mungkin juga aliran kebenaran ini akan menjadi orang yang mempunyai imunitas tinggi karena mereka menjalani hidupnya dengan bahagia , tanpa kebanyakan prasangka.
Lain halnya dengan aliran yg mensikapi BDR dengan targetnya sendiri. Saya menamainya aliran khilaf (bukan aliran sesat ya , kasihan amat ,, 😀).Aliran khilaf akan menganggap kegiatan yang disampaikan guru adalah kegiatan yang memang seharusnya dilakukan , sudah biasa dikerjakan, dalam bahasa Cilacap 'sudah lanyah' , sudah bukan sesuatu yang 'amazing' bahkan ada lho yang berkata "ah , kaya gitu sih anakku sudah bisa. Sudah biasa. Bahkan sudah bisa melebihi itu. Tugas kok seperti ini,,,,gak ada tantangan sama sekali !".Orang-orang yang termasuk aliran khilaf itulah yg mengerjakan BDR ini dengan 'ortu centered' bukan lagi 'children centered'. semua kegiatan untuk mengejar target orang tua. Bukan lagi target anak . Bukan lagi 'play based' ..






