😍 BELAJAR DARI RUMAH ( BDR )😍
Di tengah merajalelanya rasa jenuh dan penat menjalani kegiatan BDR ( Belajar Dari Rumah ) , saya ingin berbagi rasa dengan Anda.
Bisa dipastikan kejenuhan dan kepenatan ini mulai dirasakan semua orang. Meskipun awalnya sangat bersemangat, perfect, namun lambat laun semangat itu memudar seiring dg berkembang biaknya virus Covid - 19 di bumi Indonesia dan wilayah Cilacap khususnya. Menurut saya ini alami dan normal. Namun ternyata di antara yang jenuh dan penat itu ada yang tetap bersemangat seperti semangatnya saat awal BDR. Mereka mengirim laporan, berbagi cerita,menyampaikan apapun yang dilaksanakan di rumah tanpa terbebani dengan harus begini ,harus begitu, khawatir begini, khawatir begitu. Mereka berjalan, bukan seperti air mengalir menurut saya, tapi tetap dengan pengarahan dan rencana. Orang seperti ini saya juluki aliran kebenaran.
Aliran kebenaran, orangnya tidak 'spaneng'. Mereka mengikuti arahan guru. Dalam melaksanakan BDR , mereka fleksibel melihat situasi dan kondisi yang menyangkut banyak hal. Mereka bisa menikmati keterbatasan-keterbatasan dan menganggap pandemi ini sebagai sesuatu yg memang harus disikapi dengan woles . Dinikmati dg cara tenang .... Tidak perlu berlebihan tapi juga tidak boleh mengabaikan. Ada yang menganggap aliran kebenaran ini orangnya lemah, tidak punya keinginan, tidak punya cita-cita. Boleh boleh saja berpendapat begitu . Tapi mungkin juga aliran kebenaran ini akan menjadi orang yang mempunyai imunitas tinggi karena mereka menjalani hidupnya dengan bahagia , tanpa kebanyakan prasangka.
Lain halnya dengan aliran yg mensikapi BDR dengan targetnya sendiri. Saya menamainya aliran khilaf (bukan aliran sesat ya , kasihan amat ,, 😀).Aliran khilaf akan menganggap kegiatan yang disampaikan guru adalah kegiatan yang memang seharusnya dilakukan , sudah biasa dikerjakan, dalam bahasa Cilacap 'sudah lanyah' , sudah bukan sesuatu yang
'amazing' bahkan ada lho yang berkata "ah , kaya gitu sih anakku sudah bisa. Sudah biasa. Bahkan sudah bisa melebihi itu. Tugas kok seperti ini,,,,gak ada tantangan sama sekali !".
😥
Aliran khilaf ini lambat laun akhirnya 'mengukur baju di badan orang' sehingga tanpa terasa ia telah memakaikan baju pada orang yang ukuran badannya tidak sesuai. Ia memakaikan baju keinginannya pada badan kecil anaknya. Tanpa terasa ia telah melupakan sebuah tahapan . Mungkin ia ingin anaknya tampil super, paling pinter, paling WOW ,, tetapi ia telah menghilangkan satu tahap paling penting dalam tangga perkembangan anaknya , yaitu bermain.
Akan menjadi lebih riuh lagi bila ada turun tangannya syaiton. Karena syaiton membubuhkan micin ' lha iya buat apa sekolah, kalo pelajarannya cuma lari-lari, nendang bola, berjemur, main busa.... Berjemur, lari-lari, main bola, udah tiap hari dilakukan. Tiap mandi juga udah biasa main busa .Tanpa BDR pun bermainnya seperti itu. Harusnya kalo sekolah ya pelajarannya baca,tulis,hitung , supaya besok siap masuk SD. Kalo cuma main-main saja , ya percuma sekolah. Udah bayar mahal dapatnya pelajaran lari-lari. 😠
Orang-orang yang termasuk aliran khilaf itulah yg mengerjakan BDR ini dengan 'ortu centered' bukan lagi 'children centered'. semua kegiatan untuk mengejar target orang tua. Bukan lagi target anak . Bukan lagi 'play based' ..
Kasihan kamu, Nak ,,, 😢
Ada lagi kisah yang lucu. Ini merupakan golongan tengah, yaitu golongan yang memberontak dengan cara yang halus. Ia tidak melakukan kegiatan ( atau entahlah sebenarnya melakukan atau tidak, berhubung tidak mau berkomunikasi , jadi saya anggap tidak melakukan ,, 😀 ) tapi memberikan laporan 'tuntas'. Aneh to ,, ?
Kasihan saya deh,, harus mengarang kebenaran ...
Ya begitulah ,, serba -serbi Belajar Dari Rumah. Ada sukanya, ada dukanya , ada lucunya, ada gemesnya ,,, sampai kapan Belajar Dari Rumahnya ya ?