Jumat, 18 September 2020


 

_ hujan, angin, aku dan kamu _

Karya : Ayun

 

aku tak pernah mendendam hujan

yang rintiknya selalu menghadirkan wajahmu

aku tak pernah membenci angin

yang semilirnya selalu mendentangkan rindu

aku hanya menyesal

selalu ku temukan pilu pada sorot matamu

 

maret , 2020


(puisi ini ada di hal 143 dalam buku Antologi Puisi & Cerpen Terbaik Sepanjang Sejarah, berjudul Sirna)  

 



H u j a n 

hujan merintik syahdu

menghadirkan raut wajah gagahmu

pada basah kuntum bunga  soka

kulihat sebutir cinta

ya,,

cinta yang tersia – sia

cinta yang sesungguhnya ingin ku sirna

namun  ia tetap meraja

 

Bfk , feb ’20

( puisi ini menjadi bagian dari Antologi Puisi Cinta Dari Penulis di Negeri Zamrud Khatulistiwa , dalam Buku Potret Kehidupan, hal 62 )